Faktor-Faktor Penyebab Korosi

on Tuesday, June 5, 2012
       Karena distatistik Blog gue banyak yang ngeliat hasil percobaan, jadi gue ubek-ubek lagi tuh data hasil percobaan gue, emang sih gue pas ngadain percobaan nyari referensi susah banget... jadi semoga ini membantu yeee, ini percobaan kelas 12 SMA

 Faktor-Faktor Penyebab Korosi

A. Tujuan
Mengetahui  faktor-faktor penyebab korosi dan mengetahui larutan apa yang mempercepat dan menghambat korosi.
B.  Alat dan Bahan
o   Wadah 10 buah
o   Paku 10 buah
o   Air  Es
o   Air Mendidih
o   Larutan Garam
o   Larutan Gula
o   Larutan Cuka
o   Minyak Goreng
o   Minyak Tanah
o   Larutan Sabun
o   Plastik & Karet
o   Larutan H₂SO₄
C.  Cara Kerja
1.       Siapkan 10 buah wadah dan paku
2.       Masukan paku ke dalam masing-masing wadah berisi cairan, beri label pada masing-masing wadah tersebut.
o   Wadah (A) berisi Larutan Garam
o   Wadah (B)berisi larutan gula
o   Wadah (C) beisi larutan cuka
o   Wadah (D) berisi minyak goreng
o   Wadah (E) berisi larutan Minyak Tanah
o   Wadah (F) berisi larutan Sabun
o   Wadah (G) berisi larutan H₂SO₄
o   Wadah (H) Air mendidih
o   Wadah (I) Air Es
3.       Khusus Paku (J)di beri perlakuan dengan memasukan paku ke dalam wadah plastic kemudian ditutup dengan karet.
4.       Amati perubahan yang terjadi pada masing-masing paku setiap 2 hari sekali, selama satu minggu
5.       Catat hasil pengamatan, beri kesimpulan

A. Tabel Pengamatan

No
Wadah/Perlakuan
Perubahan yang terjadi
Hari ke-1
Hari ke-3
Hari ke-5
Hari ke-7
1
A (Lar. Garam)
Belum terbentuk karat
Karat pada bagian yang tidak tercelup, karatnya melayang di air
Sama dengan hari ke 3
Sama dengan hari ke 3
2
B (Lar. Gula)
Belum terbentuk karat
Mulai berkarat
Berkarat
Berkarat
3
C (Asam Cuka)
Belum terbentuk karat
Tidak terbentuk karat,ada gelembung di dasar paku
Tidak terbentuk karat,gelembung bertambah
Tidak terbentuk karat,gelembung bertambah
4
D (Minyak Goreng)
Belum terbentuk karat
Belum terbentuk karat
Sedikit berkarat
Berkarat
5
E (Minyak Tanah)
Belum berkarat
Belum berkarat
Mulai berkarat
Sedikit berkarat
6
F (Lar. Sabun)
Belum terjadi karat
Mulai sedikit berkarat, ada butiran warna coklat yang melayang di air
Berkarat,ada sedikit endapan berwarna coklat
Berkarat , terdapat banyak endapan
7
G (Lar. H₂SO₄)
Sedikit berkarat
Terbentuk karat
Berkarat ,ada endapan
Berkarat ,banyak endapan
8
H (Air mendidih)
Sedikit berkarat
Terbentuk karat
Berkarat
Berkarat
9
I (Air Es)
Bagian bawah mulai berkarat
Karat semakin banyak
Berkarat dengan sedikit endapan
Berkarat , dengan endapan
10
J (Paku pada wadah Plastik)
Belum terjadi karat
Tidak terbentuk karat
Tidak terbentuk karat
Tidak terbentuk karat

Dari hasil percobaan dapat kita peroleh sebagai berikut :
1.       Faktor apa yang mempengaruhi perkaratan besi ?
Dari hasil percobaan , dapat diketahui bahwa paku yang paling cepat berkarat adalah paku yang langsung berhubungan dengan udara ( O2 ) + air ( H2O ) , dan juga larutan elektrolit dan larutan asam .

2.       Jelaskan terbentuknya karat besi yang terjadi pada paku , mengapa ada yang tidak terbentuk ?
Pada proses pengaratan , besi (Fe ) bertindak sebagai pereduksi dan oksigen ( O2 ) yang terlarut dalam air bertindak sebagai pengoksidasi . Persamaan reaksi pembentukan karat sebagai berikut: 
 
Anoda      : Fe (s)                                                  Fe2+(aq) + 2e-                     E0 = +0.44 V
Katoda     : O2 (g) + 2H2O (l) + 4e-                              4OH- (aq)                             E0 = +0.40 V

Atau reaksi yang terjadi pada katode adalah sebagai berikut jika prosesnya dalam suasana asam:

Katoda     : O2(g)  + 4H+ (aq ) + 4e-                     2H2O                                      E0 = +1.23 V

                Ion besi ( II ) yang terbentuk pada anode selanjutnya teroksidasi membentuk ion besi ( III ) yang kemudian membentuk senyawa oksida terhidrasi yaitu karat besi .

                Sedangkan pada beberapa paku yang tidak terjadi korosi hal itu disebabkan karena tidak adanya O2 yang dapat memasuki plastic yang berfungsi menutupi gelas dan dikarenakan gelas plastiknya dalam keadaan kering ( tanpa cairan ). Sehingga , meskipun bersentuhan dengan udara ( O2 ) , Pku tersebut lebih lama rentan waktu korosinya karena gelasnya dalam keadaan yang tidak lembab , tetapi kering .
Kesimpulan :

Berdasarkan hasil percobaan kami , dapat kami simpulkan sebagai berikut :

·         Besi yang paling cepat berkarat adalah besi yang berada di tempat terbuka , maksudnya adalah besi yang langsung bersentuhan dengan oksigen ( O2 ) dan uap air ( H2O ) dan juga dalam larutan elektrolit dan larutan yang bersifat asam .
·         Sedangkan pada besi yang diisolasi agar tidak bersentuhan dengan udara dan terhindar dari H2O , tidak terdapat korosi .
·         Menurut perhitungan potensial electrode standar ( E0 ) , reaksi terjadinya korosi akan lebih mudah terjadi pada suasana asam dengan perhitungan electrode sebagai berikut :
Anoda   : Fe (s)                                                  Fe2+(aq) + 2e-                     E0 = +0.44 V
            Katoda  : O2(g)  + 4H+ (aq ) + 4e-                  2H2O(l)                                  E0 = +1.23 V
          E0 = 1.23 – (- 0.44 )
              = 1.67 V

  Sedangkan perhitungan E0 korosi antara besi dengan udara adalah :
Anoda     : Fe (s)                                                  Fe2+(aq) + 2e-                     E0 = +0.44 
Katoda   : O2 (g) + 2H2O (l) + 4e-                              4OH- (aq)                             E0 = +0.40 V
                 E0 = 0.40 – ( 0.44 ) = 0.84 V

Percobaan Dilaksanakan di Rumah tugas dari guru Kimia di SMAN 99 JAKARTA

0 komentar:

Post a Comment